it's not because you're too kind

 Sometimes, I thought God doesn’t let me love anyone. These past two almost relationships that I had always ended with them giving up on me. 


Lalu kemudian aku berpikir, pasti ada yang salah dengan diriku. Mungkin aku yang terlalu mudah memberi hati. Mungkin aku yang terlalu pandai mencari ruang waktu untuk selalu ada untuk mereka. Mungkin aku yang terlalu mudah dibuai oleh janji manis para kaum adam. Aku memutar balik banyak kejadian, menilai setiap reaksi, mencari-cari kapan perpisahan ini direncanakan sepihak. Lalu menebak di mana letak salahnya.

Aku bertanya-tanya, suka yang pada saat itu kamu sampaikan, apakah itu hanya khayalanku atau semata-mata terbawa suasana. Janjimu pada saat itu, apakah muncul dari rasa sungkan karena telah menerima kebaikanku. Meski aku tahu semua pertanyaan ini sia-sia dan jawabannya tak lagi berarti, aku tak bisa menghentikan diriku untuk bertanya. Maka dengan mudah kujawab, bahwa perasaan itu, pada saat itu mungkin benar adanya. Ketulusanmu pada saat itu tak berbohong, tapi perasaan adalah uap air yang mudah meluap lalu hilang tak bersisa. Bahwa untuk berkomitmen adalah keputusan yang tak kau ambil. Maka suka yang kau rasakan itu jujur, tapi tak cukup untuk membuatmu memperjuangkanku.


Aku pikir, asalkan kita sama-sama berjuang, sama-sama mendukung cita-cita satu sama lain maka semuanya akan baik-baik saja. Nyatanya, cuma aku yang berjuang untuk hubungan ini. Sendirian. Dan lagi, ini semua salahku yang salah mengartikan maksud tujuanmu dan memberi arti pada setiap tatapan mata dan gestur tubuh.

Selamanya, aku tak akan menyalahkan mereka yang meninggalkan aku, aku salahkan diriku yang tertawa terlalu keras, sikapku yang tidak seperti perempuan kebanyakan. Seperti tembang rapper Youngji, 


Though I got a big laugh, big voice, and big personality


Teman-temanku bilang, pendekatan adalah permainan tarik ulur antara kedua belah pihak. Jangan balas pesannya terlalu cepat, pesan Ibuku. Tapi sungguh, aku sudah lelah dengan banyaknya permainan dan strategi. Kalau kehadiranmu membuat hari-hariku jadi lebih berwarna, aku akan pastikan kamu tahu itu. Seperti yang pernah Sapadi Djoko Darmono katakan,


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu


Mungkin suatu saat nanti, aku bisa mencintai meski aku tahu mencintainya adalah menyakiti diriku sendiri. Mendoakan kebaikannya meskipun ia tak pernah tahu namanya selalu kulirihkan di setiap malam sebelum aku kembali ke peraduanku. Bahwa aku berjanji pada diriku, aku tidak akan berhenti berbuat baik, meski kebaikan itu dibalas oleh perasaan bertepuk sebelah tangan. Bahwa masalahnya bukan aku yang terlalu baik, tapi ruang hati mereka terlalu sempit untuk menampung kebaikan itu.

Aku benci ketika kebaikanku dijadikan justifikasi oleh mereka yang tak mampu membalas perasaanku. Mereka bilang aku tidak layak mendapatkan perlakuan seperti ini. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah aku bukanlah orang yang mereka pilih untuk diperjuangkan. Bare minimum yang seharusnya aku dapatkan malah menjadi tuntutan bagi mereka. Di situlah aku tahu, kisah ini harus berhenti di sini. 


Kalau Tuhan mengijinkan, suatu saat nanti akan ada seseorang yang mampu mencintaiku dengan setara, setara besarnya, setara gilanya, dan setara sakitnya. Maka kebaikan bukanlah menjadi alasan dari ketidak mampuan membalas perasaan itu. Tapi menjadi ajang perlombaan kecil bagi dua insan saling mengapresiasi satu sama lain. Kalau aku tidak beruntung, maka cinta adalah sesuatu yang harus kupelajari bentuknya. Pada saat itu bentuknya mungkin tidak terjadi begitu saja seperti yang sudah-sudah dan tak bisa aku kontrol, tapi menjadi sebuah keputusan murni yang lahir dari pemikiran bahwa dicintai lebih mudah daripada mencintai. 


Aku tak menyesal. Bagiku mengakui perasaanku sendiri meski hanya aku, kamu, dan Tuhan yang tahu adalah sebuah keberanian. Bahwa aku pernah sedikitnya mencoba berjuang adalah bentuk perlawanan dari keterbatasanku menjadi perempuan. Dan lagi, orang yang mencintai tak pernah kehilangan apapun.


Komentar

Postingan Populer